Jumat, 13 Maret 2015




A. KERATON KANOMAN
        Keraton Kanoman adalah hasil dari pemekaran Keraton Pakungwati setelah Panembahan ratu II alias Pangeran Mas Karim wafat pada tahun 1677 masehi, atas kesepakatan dan kemufakatan melalui kebijakan Sultan Banten, Pangeran Ageng Tirtayasa, maka Keraton Kasepuhan bagi PR Samsudin Martawijaya sebagai Sultan Sepuh I, dan Keraton Kanoman dengan PR Muhammad Badridin Kartawijaya sebagai Sultan Anom. Pelantikan keduanya terjadi pada tahun 1678.
    Keraton Kanoman hanya berjarak + 600 m sebelah utara dari Keraton Kasepuhan. Akses jalan masuk melalui pasar tradisional Pasar Kanoman yang didalamnya berisi berbagi macam barang yang syarat produk untuk buah tangan atau oleh-oleh



B. KERATON KACIREBONAN
      Keraton ini didirikan pada tanggal 1800, Keraton Kacirebonan banyak mengoleksi benda-benda peninggalan sejarah seperti Keris Wayang dan juga perlengkapan Perang, Gamelan dan masih banyak lagi. Keraton ini terletak di daerah kelurahan Pulasaren Kecamatan Pekalipan, yakni berjarak 1 Km sebelah barat daya dari Keraton kasepuhan dan + 500 m setelah selatan Keraton Kanoman.
      Keraton Kacirebonan sebenarnya merupakan sempalan atau pemekaran dari Keraton Kanoman. Pemekaran itu terjadi setelah Sultan Anom IV yakni PR Muhammad Khaerudin wafat, Putra Mahkota yang seharusnya menggantikan tahta diasingkan oleh Belanda ke Ambon karena dianggap sebagai pembangkang dan memberontak Belanda. Ketika kembali dari pengasingan tahta sudah diduduki oleh PR. Abu Sholeh Imamuddin. Atas dasar kesepakatan keluarga, akhirnya PR Anom Madenda membangun Istana Kacirebonan, kemudian munculah Sultan Carbon I sebagai Sultan Kacirebonan pertama.



C. KERATON KASEPUHAN
       Keraton ini dibuat pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II yaitu (cicit dari Sunan Gunung Jati) yang menggantikan tahta dari Sunan Gunung Jati pada tahun 1506, beliau bersemayam di dalem Agung Pakungwati Cirebon.
    Keraton ini konon bernamaKeraton Pakungwati, sedangkan Pangeran Mas Mochammad Arifin bergelar Panembahan Pakungwati I. Dan sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Kemudian diperluas dan diperbaharui oleh Sunan Gunung Jati pada tahun 1483 M. Lokasi keraton Kasepuhan terletak di Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon
 

D. KERATON KEPRABONAN
       Keraton Keprabon terletak di Jalan Lemahwungkuk, dekat Keraton Kanoman. Keraton ini dari segi arsitektural disebut bangunan Ndalem, karena Keraton Keprabon tidak memiliki struktur sebuah komplek atau bangunan keraton, tidak memiliki alun-alun, dan masjid agung, namun lebih terlihat sebagai sebuah kediaman pemangku adat (Ndalem). Akses masuk keraton ini adalah melalui sebuah gang selebar 3 meter di antara deretan ruko. Bangunan di dalamnya pun sangat sederhana, tidak menunjukkan kemewahan dan kemegahan sebuah keraton, lebih berbentuk rumah dengan halaman kecil di dalamnya.
Posted by riyadoh sukses On 15.52 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

    Blogger news

    Blogroll

    About